PROFIL LEMBAGA
"Gema Surya Mojopahit Institute"
Akta Notaris
Nomor : 10 tanggal 22 Maret 2011 (BUDI RIYANTO, SH)
Knowledge,
Humanisme, Creativity, Benefity and Independent
Alamat : Jl. Pondok Pesantren no 20
RT. 001 RW.002 Pakis Trowulan Mojokerto 61362
Telepon. 0321 743 6063/ 085 704 242 693
Email : masdukin.jfc@gmail.com
Gema Surya Mojopahit Institute adalah suatu lembaga yang berusaha mengelola
dan menyelengglarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan,
penelitian keterampilan dan pendidikan pelatihan keahlian serta kewirausahaan. yaitu dalam hal pendidikan
intelektual, spiritual, serta keahlian atau keterampilan kewirausahaan. Sebagai tempat
atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional
dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali,
dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-prasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai
tujuan yang sesuai dengan cita - cita luhur Indonesia.
VISI MISI
Lembaga ini didirikan untuk
waktu yang tidak ditentukan lamanya dan dianggap telah berdiri terhitung
sejak tanggal 01 Januari 2011.
Visi
Menjadi pusat kajian Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Budaya dalam Percepatan Peningkatan kualitas sumber daya manusia
Misi
Membuka Wawasan melalui layanan informasi, Menciptakan kesadaran melalui kajian/diskusi dan Penelitian, meningkatkan martabat kemanusiaan melalui penguatan organisasi dan ekonomi masyarakat serta Berkarya secara inovatif - kreatif dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di Mojokerto.
Maksud dan Tujuan :
1. Membantu pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat peningkatan dan pemberdayaan
Visi
Menjadi pusat kajian Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Budaya dalam Percepatan Peningkatan kualitas sumber daya manusia
Misi
Membuka Wawasan melalui layanan informasi, Menciptakan kesadaran melalui kajian/diskusi dan Penelitian, meningkatkan martabat kemanusiaan melalui penguatan organisasi dan ekonomi masyarakat serta Berkarya secara inovatif - kreatif dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di Mojokerto.
Maksud dan Tujuan :
1. Membantu pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat peningkatan dan pemberdayaan
sumber daya manusia (SDM), sehingga cepat menghasilkan SDM yang
produktif dalam mengisi
pembangunan Indonesia dan kompetitif dalam
persaingan di era global dunia.
2. Meningkatkan sumber daya manusia melalui Pelayanan informasi secara obyektif, sehingga
2. Meningkatkan sumber daya manusia melalui Pelayanan informasi secara obyektif, sehingga
tercipta kesadaran
profesional, integritas personal dan sosial yang secara utuh dapat
diwujudkan
dalam tindak nyata pembangunan Indonesia.
3. Memberikan pelayanan pengembangan SDM secara independen dan profesional di berbagai
3. Memberikan pelayanan pengembangan SDM secara independen dan profesional di berbagai
bidang keahlian yang melibatkan para ahli di bidangnya.
4. Menciptakan masyarakat demokratis, toleran, berkepribadian, berbudi pekerti dan berbudaya.
5. Mempercepat upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pembinaan institusi
4. Menciptakan masyarakat demokratis, toleran, berkepribadian, berbudi pekerti dan berbudaya.
5. Mempercepat upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pembinaan institusi
dan profesi masyarakat sesuai dengan perkembangan tuntutan dan perubahan zaman.
Bentuk Kegiatan Gema Surya Mojopahit Institute
1. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
2. Pengembagan dan Pembinaan Kewirausahaan Masyarakat
Deskripsi Kegiatan Gema Surya Mojopahit Institute
1. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Lembaga Kursus dan Pelatihan Gema Surya Mojopahit Institute adalah salah satu bentuk satuan Pendidikan
Nonformal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal
pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk
mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri,
dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Lembaga kursus dan pelatihan Gema Surya Mojopahit Institute merupakan satuan pendidikan pendidikan luar
sekolah (Nonformal) yang diselenggarakan bagi warga masyarakat yang
memerlukan bekal untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah, dan
atau melanjutkan ke tingkat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sedangkan program kursus dan pelatihan adalah jenis keterampilan yang di
selenggarakan satuan pendidikan PNF dalam hal ini lembaga kursus dan
pelatihan, dalam setiap lembaga kursus dan pelatihan dapat terdiri dari
satu atau lebih program kursus dan pelatihan.
2. Pengembagan dan Pembinaan Kewirausahaan Masyarakat
Sampai saat ini konsep kewirausahaan
masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan
berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap
mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta,
berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan
dalam kegiatan usahanya.
Seseorang yang memiliki karakter
wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha
adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan
usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Norman M.
Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5), “An entrepreneur is one
who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the
purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and
asembling the necessary resources to capitalze on those opportunities”. Wirausahawan
adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai
kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang
dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan
serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan
inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih
sukses/meningkatkan pendapatan. Intinya, seorang wirausaha adalah
orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat
kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah
orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang tinggi
dalam hidupnya.
Dari beberapa konsep di atas menunjukkan seolah-olah kewirausahaan identik dengan kemampuan para wirausaha dalam dunia usaha (business). Padahal,
dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan karakter
wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki
oleh seorang yang bukan wirausaha. Wirausaha mencakup semua aspek
pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman
Soemahamidjaja, 1980). Wirausaha adalah mereka yang melakukan
upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan
meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997).
Kewirausahaan (entrepreneurship)
muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan
ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas
dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan
organisasi usaha (Suryana, 2001). Esensi dari kewirausahaan adalah
menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber
daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Menurut
Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui
cara-cara sebagai berikut:
- Pengembangan teknologi baru (developing new technology),
- Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge),
- Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services),
- Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources).
1. Kerajinan Fiber Glass
a. Gantungan kunci
b. Tropy, fandel,
c. Asbak
e. Buah dan sayur - sayuran
f. Patung
g. Miniatur ( candi, perahu, rumah adat )
h. Maskot kota, perusahaan atau instansi
i. Peraga pendidikan ( Gigi, makanan bergizi, buah dan sayuran )
Penutup
Mojokerto, 27 Maret 2015
Direktur Utama
Gema Surya Mojopahit Institute
Pakis - Trowulan - Mojokerto
MOKHAMAD MASDUKIN,SE
Penutup
Untuk memasyarakatkan dan membangkitkan semangat kewirausahaan di
Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4,
Tahun 1995. Adapun tujuan dikeluarkannya Instruksi Presiden tersebut
untuk menumbuhkan semangat kepeloporan di kalangan generasi muda agar
mampu menjadi wirausahawan.
Dalam rangka inenghadapi era perdagangan bebas, kita ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang siap bekerja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru. Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijaksanaan pemerintah yang mendukung adanya pendidikan kewirausahaan yang dapat membantu menangani masalah penciptaan lapangan kerja baru.
Para wirausahawan diharapkan dapat menjadi pelopor pembangunan, antara lain ikut serta mengurangi adanya pengangguran. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Karena itu, peranan wirausaha penting sekali untuk me-nentukan masa depan bangsa dan negara.
Dalam rangka inenghadapi era perdagangan bebas, kita ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang siap bekerja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru. Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijaksanaan pemerintah yang mendukung adanya pendidikan kewirausahaan yang dapat membantu menangani masalah penciptaan lapangan kerja baru.
Para wirausahawan diharapkan dapat menjadi pelopor pembangunan, antara lain ikut serta mengurangi adanya pengangguran. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Karena itu, peranan wirausaha penting sekali untuk me-nentukan masa depan bangsa dan negara.
Direktur Utama
Gema Surya Mojopahit Institute
Pakis - Trowulan - Mojokerto
MOKHAMAD MASDUKIN,SE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar